Cara kerja Transceiver Walkie-Talkie

 



Di dalam walkie-talkie, komponen elektroniknya terbagi menjadi dua bagian utama: pemancar (Transmitter) dan penerima (Receiver) yang disingkat menjadi Transceiver. yang berbagi komponen bersama seperti antena, baterai, dan rangkaian pengatur.

Dalam mode transmisi (PTT ditekan), mikrofon mengubah suara Anda menjadi sinyal listrik kecil. Sinyal ini masuk ke pre-amplifier audio, yang memperkuatnya hingga mencapai tingkat yang dapat digunakan. Kemudian sinyal tersebut masuk ke modulator (biasanya FM), di mana sinyal tersebut digabungkan dengan sinyal frekuensi tinggi yang dihasilkan oleh osilator. Hal ini menghasilkan sinyal RF yang dimodulasi. Sinyal tersebut kemudian diperkuat oleh penguat daya RF dan dikirim ke antena untuk ditransmisikan.

Dalam mode penerimaan (PTT dilepaskan), antena menangkap sinyal RF yang masuk. Sinyal-sinyal ini terlebih dahulu melewati penguat RF untuk meningkatkan kekuatannya. Sebuah pencampur dan osilator lokal digunakan untuk mengubah sinyal menjadi frekuensi menengah (IF) agar lebih mudah diproses. Demodulator kemudian mengekstrak sinyal audio asli dari pembawa RF. Audio yang dipulihkan ini dilewatkan melalui penguat daya audio dan akhirnya dikirim ke speaker.

Sirkuit pengalih (saklar T/R) memastikan bahwa antena yang sama digunakan untuk transmisi dan penerimaan tanpa gangguan.

Singkatnya, secara internal prosesnya adalah:

suara → sinyal listrik → modulasi RF → transmisi → penerimaan → demodulasi → keluaran audio.



Popular posts from this blog

Alumni Elektronika Komunikasi tahun 1990 - STM Negeri Pembangunan Jakarta

Buku ini aku pinjam

Apa yang di dapat dari belajar ilmu Elektro?